Minggu, 06 Maret 2016

tugas kimia analitik kromatografi



TUGAS KIMIA ANALITIK
KROMATOGRAFI

                       NAMA                          : ZAMIRATUL AINI
                            NIM                              : J1A115067
                            KELAS                         : THP-2A


TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016

KROMATOGRAFI
`Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan campuran yang didasarkan atas perbedaan distribusi dari komponen-komponen campuran yang ada di dalam sampel di antara dua fase, yakni fase diam (padat atau cair) dan fase gerak. Ada banyak macam-macam kromatografi tapi disini saya akan menjelaskan empat macam kromatografi saja, yaitu kromatografi gas, kromatografi cair Kinerja Tinggi, kromatografi kertas, dan kromatografi lapis tipis.
1. Kromatografi Gas
 a. Pengertian
Kromatografi Gas adalah proses pemisahan campuran menjadi komponen-komponennya dengan menggunakan gas sebagai fase bergerak yang melewati suatu lapisan serapan (sorben) yang diam.
b. Prinsip Kromatografi Gas
 Kromatografi gas mempunyai prinsip sama dengan kromatografi lainnya, tapi memiliki beberapa perbedaan misalnya proses pemisahan campuran dilakukan antara stasionary fase cair dan gas fase gerak dan pada oven temperatur gas dapat dikontrol sedangkan pada kromatografi kolom hanya pada tahap fase cair dan temperatur tidak dimiliki.
 c. Alat Kromatografi Gas
 1) Fase Mobil (Gas Pembawa)
 2) Sistem Injeksi Sampel
3) Kolom
4) Detektor
 5) Pencatat (Recorder)
 d. Cara Kerja
1) Gas di dalam silinder baja gialirkan melalui kolom yang berisi fasa diam.
2) Cuplikan disuntikan pada aliran gas.
 3) Cuplikan dibawa oleh gas pembawa menuju kolom di sana terjadi proses pemisahan.
4) Komponen yang sudah terpisah meninggakan kolom.
 5) Suatu detektor yang sudah dileyakkan di ujung kolom digunakan untuk mendeteksi jenismaupun jumlah tiap komponen.
6) Hasil pendeteksi direkam oleh detektor yang disebut kromatogram, yang terdiri dari beberapa peak
. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCNoU4ETqN4LTowrLtjpLyzz4ynR_82k6XmdiDop-RcnJeqqMym3z5sBTBoVZer4kRKcYwqiwPRD0RkMCJ1guLTz4N7CmnYKCzo8MPORgrI2fVhZFQE1oFx1D6MTiMUPmWdiyzoldVXkNX/s1600/gc.jpg
 e. Kelebihan
 1) Waktu analisis yang singkat dan ketajaman pemisahan yang tinggi.
2) Dapat menggunakan kolom lebih panjang untuk menghasilkan efisiensi pemisahan yang tinggi.
3) Gas mempunyai vikositas yang rendah.
 4) Kesetimbangan partisi antara gas dan cairan berlangsung cepat sehingga analisis relatif cepat dan sensitifitasnya tinggi.
5) Pemakaian fase cair memungkinkan kita memilih dari sejumlah fase diam yang sangat beragam yang akan memisahkan hampir segala macam campuran.
 f. Kekurangan
1) Teknik Kromatografi gas terbatas untuk zat yang mudah menguap.
2) Kromatografi gas tidak mudah dipakai untuk memisahkan campuran dalam jumlah besar. Pemisahan pada tingkat mg mudah dilakukan, pemisahan pada tingkat gram mungkin dilakukan, tetapi pemisahan dalam tingkat pon atau ton sukar dilakukan kecuali jika ada metode lain.
3) Fase gas dibandingkan sebagian besar fase cair tidak bersifat reaktif terhadap fase diam dan zat terlarut.





 2. Kromatografi Cair
 a. Pengertian
Kromatografi Cair  merupakan salah satu metode kimia dan fisikokimia. Kromatografi Cair termasuk metode analisis terbaru yaitu suatu teknik kromatografi dengan fasa gerak cairan dan fasa diam cairan atau padat.
b. Prinsip Kromatografi Cairi
1) Fasa gerak cair dialirkan melalui kolom ke detektor dengan bantuan pompa.
2) Sempel dimasukkan ke dalam fase gerak .
3) Di dalam kolom terjadi pemisahan komponen campuran berdasarkan kekuatan interaksi solut dengan fasa diam. Solut yang berinteraksi lemah akan keluar lebih dulu .
 4) Setiap komponen yang keluar akan dideteksi oleh detektor lalu direkam dalam bentuk kromatogram.
 c. Alat Kromatografii
1) Tempat Pelarut
2) Pompa
 3) Tempat Injeksi Sampel
 4) Kolom
 5) Detektor
 6) Rekorder
d. Cara Kerja
1) Mula-mula solven diambil melalui pompa.
 2) Solven ini dikemudian masuk ke dalam katup injeksi berbutar, yang dipasang tepat pada sampel loop
. 3) Sampel dimasukan ke dalam sampel loop yang kemudian bersama-sama dengan solven masuk kedalam kolom.
 4) Hasil pemisahan dideteksi oleh detektor, yang penampakannya ditunjukan oleh perekam (pencatat = recorder).
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZRw02nyZmoyNuzva4RwP-aqzXX-qIVPvT-HLdgywWrtxn57-MAbUYft3Mi8De0E_BQYXZrEM7wYVUrdFXE1TaCHzhougQMUk8FxM5dR3o6PAaPmAXkiSq19kGDP6RQQgN0wSuMXCgMhQA/s1600/HPLC.jpeg

 e. Kelebihan
 1) Cepat
 2) Kolom dapat digunakan kembali
3) Ideal untuk zat bermolekul besar dan berionik
4) Mudah rekoveri sampel
f. Kekurangan
 1) Memerlukan biaya yang banyak untuk proses pemisahannya
2) Memerlukan orang yang trampil dalam pemisahannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar